Sunday, April 6, 2014

Hari Kucing di Jepang

Para pecinta kucing di Jepang selalu memperingati hari kucing. Hari itu jatuh pada tanggal 22 Februari. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kucing digelar. Termasuk sebuah restoran yang tak memungut bayaran alias gratis untuk semua hidangan yang dipesan oleh para penggila kucing. Mon Petit nama restoran itu. Didirikan oleh perusahaan pencipta makanan kucing, Nestle Purina, semua hidangan di sini dikreasikan layaknya makanan kucing seperti biskuit, sup seafood, daging sapi dan ikan. Komposisi bumbu dalam makanan juga disesuaikan dengan selera kucing. Tidak terlalu asin. Menariknya, para pelayan juga didandani seperti kucing. Mengenakan aksesoris seperti telinga mainan, kumis sampai wig yang menyerupai bulu kucing.  Tak hanya itu, bagi para pengunjung dapat menikmati fasilitas cermin 3D yang mampu menampilkan sosok kucing saat seseorang bercermin.   Para pengunjung tentunya boleh membawa serta kucing-kucing kesayangan mereka dalam jamuan makan. Pihak restoran menyediakan bingkisan manis untuk para kucing. Restoran yang terletak di  kawasan Azabu, Tokyo ini hanya beropreasi selama empat hari--21 sampai 24 Februari. Jadi bagi para pecinta kucing yang keringgalan momen ini, Anda bisa merencanakan kunjungan tahun depan. 

Sunday, February 16, 2014

Kindergarden Cat

Taman Kanak-kanak adalah fase pendidikan bagi anak dimana para guru mengajarkan pelajaran-pelajaran awal bagi anak. Cara pengajaran di TK umumnya masih bersifat menyenangkan dan banyak terdiri dari permainan untuk mengasah kreativitas anak.

Hal-hal tersebutlah yang menjadi alasan sebuah TK di Karlsruhe, Jerman, membangun bangunan sekolah berbentuk kucing. Arsitektur bangunannya sendiri lebih modern dengan motif kotak-kotak dan penggunaan kaca dan dinding berwarna putih dan silver.

Keunikan lain, dari bangunan ini yaitu di bagian belakang gedung terdapat perosotan atau seluncur yang menyambung dari bagian dalam bangunan dimana merupakan pintu keluar para siswa. Jika dilihat secara keseluruhan, perosotan tersebut merupakan bagian dari arsitektur bangunan yang menjadi ekor kucing.

Sekolah unik ini juga memiliki berbagai fasilitas belajar dan bermain yang lengkap. Di lantai satu terdapat ruang tunggu para orang tua murid. Sedangkan di lantai dua yang luas merupakan ruang belajar bagi para siswa dan ruang penyimpanan tas dengan dinding kacang yang dihiasi gambar-gambar hasil karya murid-murid TK.

Sumber: http://www.mymodernmet.com/profiles/blogs/tomi-ungerer-ayla-suzan-y-ndel-kindergarten-die-katze/
Berikut beberapa jenis kucing yang populer di Indonesia, diantaranya yaitu :
1. Kucing Persia
Kucing ras ini sangat terkenal di Indonesia. Kucing Persia adalah salah satu jenis kucing berbulu panjang. Sejak sekitar tahun 1600 SM sampai sekarang, kucing ini sering dicari-cari oleh pecintanya untuk dipelihara maupun diperjual belikan. Kucing ini sangat menggemaskan dan cocok untuk keluarga Anda. Harga kucing ini bervariasi
2. Kucing Exotic
Merupakan versi bulu pendek dari kucing Persia.  Sejak tahun 1987, kucing ini hanya boleh disilangkan dengan kucing Persia. Kucing ini tenang dan kalem,  selain itu kucing ini sangat pandai berburu tikus.
Harga kucing ini cukup terjangkau, sekitar Rp. 1.500.000,00+ anda sudah bisa membeli kucing ini
3. Kucing Anggora
Menjadi salah satu kucing ras tertua yang berasal dari Anggora. Kucing jenis ini mirip dengan kucing Persia. Namun bentuk kucing Anggora dengan Persia berbeda.  Anakan kucing ini berkisar dengan harga Rp. 3.500.000,00. Namun harga biasanya sekitar Rp. 1.500.000,00 , bahkan ada yang menjual dengan harga Rp. 400.000,00
4. Kucing Himalayan
Merupakan kucing berbulu panjang yang terlihat sangat identik dengan kucing Persia. Kucing ini mulai dikenal di eropa pada tahun  1950-an. Kucing ini cenderung memiliki tubuh yang bulat dengan kaki pendek.  Kucing ini ternyata adalah hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siam.
Ada 2 jenis kucing Himalayan, yaitu jenis tradisional (Doll Face) dan Peke (Ultra Face). Kucing ini aktif dan cerdas. Harga kucing ini berkisar antara Rp. 1.000.000,00 – Rp. 5.000.000,00
5. Kucing Kampung
Anda tentu sudah mengenal kucing ini bukan? Ya, kucing yang sering ditelantarkan orang dan diabaikan ini sangat sering dijumpai. Kucing ini bisa terlihat lebih cantik tentu jika Anda merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Sumber: http://log.viva.co.id/news/read/479910-inilah-jenis-kucing-terpopuler-di-indonesia

Sunday, March 24, 2013

Tonkinese kitten training for CFA Feline Agility



You've all heard about dog agility competitions, and have thoroughly enjoyed watching the dogs whip through the obstacle courses with determination and speed. It's amazing how they can climb up and down those high steps and race through those weave pole areas with such ease and speed. Now, can you actually imagine a cat lowering its dignity enough to do that? But, of course! Cats are definitely trainable and most are willing to follow a feather or dangling toy anywhere!
Source: http://agility.cfa.org/index.shtml

Feline agility competitions are rapidly growing in popularity at cat shows around the world. CFA started planning agility competitions late in 2004 and numerous clubs have jumped at the chance to set up an agility course at their cat shows. Exhibitors are standing in line to put their cat through its paces. And spectators are just loving it!
Agility is a pre-entered competition, open to any cat, so a household pet could be the overall winner as easily as could a top winning grand champion or perhaps a litter mate of a grand champion who does not do well in the conformation classes but is a star in the agility class.

FELINE HISTORICAL MUSEUM


In 1990, after much discussion about the importance of preserving the history of the cat, the cat fancy and CFA, a move was made by the CFA Board of Directors to establish the Cat Fanciers' Association Foundation, Inc. for just that purpose. Monetary donations by several individuals and cat clubs gave the foundation its financial start. The library began with donations of books by supporters, and numerous historical artifacts were sought and purchased. One of our first major purchases was a silver collar and medal won by Cosey at an 1895 New York City show.

Please visit: http://www.felinehistoricalfoundation.org/


Persia Harlequin

Ganswed Phyrus Ravello Califeya
Persia CFA, Male, Red white harlequin

Pada awalnya warna kucing Persia yang dikenal dan digemari para penggemar kucing adalah warna putih. Namun sejak tahun 1900-an warna kucing Persia yang paling digemari adalah warna biru (abu-abu).
Hingga kini warna biru masih digemari walaupun telah muncul sekitar 200 variasi warna hasil dari persilangan berpuluh-puluh tahun. Salah satu corak warna lain yang juga semakin digemari adalah corak harlequin. Harlequin adalah corak warna putih lebih mendominasi atau lebih banyak dibandingkan dengan warna lain. Setidaknya ada empat variasi harlequin, yaitu hitam-putih, biru-putih, merah-putih,dan krem-putih

Lykasal new family
Ganswed Phyrus Ravello Califeya

Sunday, March 17, 2013

Super Smash Kitten




"Super Smash Kittens" merupakan sebuah game kucing terbaru yang bisa dibilang "cukup anarkhis". Tapi Lucu. Di game kucing ini dapat ditemui karakter bernama Ron, Abby, dan Archie, yang kesemuanya adalah kucing-kucing yang lucu yang saling 'berperang' dengan menggunakan senjata penghancur seperti palu, kura-kura dan bola api "Super Smash".
Nintendo sepertinya menemukan sosok karakter baru dalam game mereka yang lebih lucu dari Mario Bros ataupun Pikachu. Yup, seekor anak kucing yang dilengkapi dengan senjata-sebjata penghancur yang saling bertarung memang terlihat lebih lucu dari kedua karakter ikonik Nintendo tersebut. Dan sepertinya karakter kucing yang ada dalam Super Smash Kittens ini adalah kucing sungguhan, bukan animasi. Itu adalah sebuah nilai Plus.
Kehadiran "Super Smash Kittens" yang baru muncul saat ini, sepertinya membuat para pecinta kucing menghela nafas panjang dan dalam. 'Fyuuuuhhh, kenapa tidak dari dulu-dulu sih keluarnya game ini???' Yup, mungkin itulah yang terpikir dibenak mereka. Kehadiran game kucing super lucu ini membuat rasa penasaran dan keinginan akan sesuatu yang lebih dari sekedar game perkelahian kucing. Hmm, mungkinkah nanti akan muncul juga game kucing seperti "Mortal Kombat Kitty" atau "Karateka Cat"??? Hihi... Just Look at the video bellow!!!
Sumber: http://kucinggue.blogspot.com

Sunday, February 24, 2013

Kucing vs Buaya


Kejadian luar biasa terlihat di kebun binatang Jaipur, India. Seekor kucing yang tengah memasuki kandang buaya dan siap jadi santapan reptil buas itu, justru berhasil selamat. Si kucing justru memecundangi buaya dengan dengan cakarnya.  Melihat seekor kucing berada di dalam jangkauannya, insting pemburu buaya langsung muncul. Dia langsung keluar dari kolam dan siap melahapnya. Bukan kabur, kucing pemberani itu justru menghadapi buaya. Dengan sigap, dia langsung menyerang menggunakan cakar ke mulut buaya sebanyak dua kali. Nyali sang reptil ganas itu pun ciut. Dia memilih kembali menenggelamkan diri ke kolam.

Peristiwa unik itu direkam oleh sepasang suami istri berasal dari New Delhi, India, Manu Chaudhary (25) dan suaminya, Vishal (26). Kebetulan keduanya sedang merayakan ulang tahun pernikahan pertama mereka di kebun binatang tersebut.  "Sebelumnya kami mengira kucing itu berada dalam bahaya karena berada di tepi kolam buaya," kata Chaudhary seperti dikutip dari DailyMail, Kamis 22 Februari 2013. Tapi apa hasilnya, kucing itu justru membuat buaya harus berpikir ulang menjadikannya santapan makan siang. "Apa yang kami lihat ini mengagumkan. Kami melihat kucing pemberani yang mengandalkan cakarnya," ujarnya.

Sunday, February 10, 2013

Kim Kardashian Penyayang Kucing



Kim Kardashian memang merupakan salah satu artis Hollywood yang paling banyak menebar sensasi. Sosialita Hollywood ini beberapa waktu lalu sempat terlihat tengah jalan dengan membawa seekor anak kucing persia berbulu putih yang sangat manis. Melalui akun Twitternya, Kim Kardhasian memperkenalkan anak kucing yang dipeliharanya tersebut dengan nama Mercy

Namun empat bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 7 Desember 2012, melalui akun Twitternya, Kim mengabarkan kalau Mercy mati. Kata Kim Khardashian, Mercy mati karena menderita penyakit yang parah di perutnya. Setelah dibawa ke dokter hewan, pada hari berikutnya Mercy mati. Kim mengatakan kalau dia merasa sangat sedih karena kematian si kucing. 
Sumber: http://hollywoodlife.com/2012/12/07/kim-kardashian-cat-died-mercy-dead/

Kucing Terpanjang itu Akhirnya Meninggal


Robin Hendrickson harus merasakan pilu ketika kucing kesayangannya, Stewie, pergi untuk selama-lamanya. Sangat maklum, mengingat Stewie adalah hewan kesayangan Robin, dan juga pemegang rekor kucing terpanjang di dunia. Kucing bernama lengkap Mymains Stewart Gilligan ini memiliki panjang 1,23 meter, dihitung dari ujung kepala sampai ekor. Namun, sayang, Stewie tidak jadi pemegang rekor lagi. Bukan karena ada yang lebih panjang, tapi ia mati karena mengidap penyakit kanker selama setahun.


Sekitar awal pekan, Stewie meninggalkan Robin ketika usianya menginjak 8 tahun. Kesedihan tidak hanya dirasakan sang pemilik. Laman Huffington Post melaporkan, ratusan penggemar turut berbelasungkawa di laman Facebook Stewie. Memang, Stewie cukup populer di kalangan pencinta kucing. Kucing jenis Maine Coon tersebut merupakan hewan terapi tersertifikasi, yang sering mengunjungi sebuah pusat pemerhati hewan peliharaan di Kota Reno, Utara Nevada, dan membantu mempromosikan penyadaran kesejahteraan hewan dengan Nevada Humane Society.
"Stewie sangat sosial. Ia suka bertemu orang-orang baru, dan telah menyentuh kehidupan orang banyak. Aku sangat bersyukur pernah hidup bersama dengannya," kata Hendrickson, pemelihara Stewie. Sang pemilik membelinya dari seorang peternak di Hermiston, Oregon, Pacific Northwest, Amerika Serikat pada 2005. Guinness World Records menyatakan Stewie memegang rekor sebagai kucing terpanjang sejak Agustus 2010. Pada awal 2012, Stewie didiagnosis terkena Lymphosarcoma, penyakit ganas jaringan getah bening pada mamalia. Hendrickson mengatakan, Stewie sempat bertahan mengatasi penyakit ini dengan kemoterapi, dan dinyatakan bebas kanker.
Namun, tidak lama kemudian, dokter menemukan sebuah tumor lain, lebih agresif pada ginjalnya. "Aku tahu, bahwa meskipun dia bisa melawannya, akhir hidupnya sudah dekat. Saya hanya ingin membuat dia nyaman, dan biarkan dia menikmati waktu yang dia miliki," tutur Hendrickson. Pemegang rekor sebelumnya adalah Leo. Kucing jenis Maine Coon yang memiliki panjang 48 inci (1,2 meter). Namun, Leo pun telah mati beberapa tahun lalu. (art)
Pemegang rekor sebelumnya adalah Leo. Kucing jenis Maine Coon yang memiliki panjang 48 inci (1,2 meter). Namun, Leo pun telah mati beberapa tahun lalu. (art)



Setelah kematian Stewie, Guinness World Records belum menanggapi siapa pewaris rekor Stewie.
http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/388539-selamat-jalan--stewie-

Sunday, January 13, 2013

Tempat makanan kucing yang dapat dikontrol dengan iPhone



Kini anda dapat mengontrol pemberian makan untuk kucing kesayangan anda menggunakan      teknologi canggih yang disebut dengan Pintofeed. Pintofeed adalah sebuah pasangan antara aplikasi iPhone dengan sebuah tempat makan kucing dan anjing yang terintegrasi melalui jaringan WiFi. Melalui Pintofeed, pemilik kucing akan dapat mengontrol pemberian makanan kucing-kucing kesayangan mereka dari jarak jauh secara nirkabel. Dalam analogi sederhana, ketika anda tengah sibuk bekerja di kantor dan rumah anda ditinggalkan kosong begitu saja, hanya ada kucing kesayangan anda, maka anda tetap akan dapat mengontrol porsi dan jadwal makanan siang si kucing menggunakan iPhone anda. Dan bimsalabim, kotak makanan pintofeed akan terbuka dan kucing anda akan tahu kalau itu adalah makanan mereka. Selain itu, jika perangkat mengalami kerusakan, maka anda akan segera mendapatkan pemberitahuan melalui iPhone anda. Dan ternyata satu buah iPhone yang sudah terinstall aplikasi pintofeed ini dapat digunakan untuk mengontrol beberapa kotak pintofeed lainnya sekaligus. Dan tips untuk menggunakan perangkat ini adalah, letakkan kotak pintofeed pada tempat biasa si kucing melakukan aktifitas makannya agar si kucing tidak terlalu susah menemukan lokasi makanan mereka. 



Sumber: http://www.gizmag.com/pintofeed

Oli and Litter Robot

Kucing dengan denguran terkeras di dunia


Seperti ditulis oleh VIVAnews, kucing milik Tracy Westood disebut-sebut memiliki dengkuran terkeras di dunia. Kucing yang memiliki nama Devon itu menghasilkan dengkuran 100 desibel. Dilansir Orange.co.uk, Minggu 13 Januari 2013, Dengkuran itu memiliki tingkat kekerasan setara dengan empat kali suara rata-rata terkeras kucing atau suara dari klakson mobil dari jarak 7,6 meter. "Sering saya ditelepon orang yang menanyakan suara bising di rumah dari apa. Saya sudah terbiasa untuk itu. Kami telah mengukur suaranya di puncak 100dB, tapi dia bisa lebih keras dari itu," kata Westood. Dia berharap Guinness World Records akan mengonfirmasi dengkuran kucingnya lebih keras dari pemegang rekor dunia resmi, yakni kucing bernama Smokey asal Northampton dengan tingkat kebisingan 92dB



Tuesday, January 1, 2013

Kucing-Kucing Presiden AS



Kucing merupakan hewan yang hidup berdampingan dengan manusia. Beberapa diantaranya bahkan menjadi saksi sejarah penting karena dipelihara oleh orang-orang yang memiliki peran penting dalam sejarah peradaban manusia, seperti Mueeza, kucing kesayangan Nabi Muhammad SAWDan tahukah anda bahwa ternyata beberapa Presiden berpengaruh Amerika Serikat, diketahui juga memiliki kucing sebagai hewan kesayangan. Bahkan beberapa Presiden Amerika Serikat diketahui memiliki lebih dari satu ekor kucing peliharaan. Dan berikut adalah beberapa nama Presiden Amerika Serikat dengan kucing peliharaan mereka :
  • Tabby : Kucing kesayangan Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat. Kucing ini merupakan kucing pertama yang tinggal di Gedung Putih. Konon Abraham Lincoln paling sayang dengan kucing dibandingkan dengan binatang piaraannya yang lain.
  • PiccolominiSiam, dan Miss Pussy : merupakan kucing kesayangan Rutherford Birchard Hayes, Presiden ke-19 Amerika Serikat. Siam merupakan kucing ras Siam pertama yang datang ke Amerika.
  • Valeriano Weyler dan Enrique DeLome : merupakan kucing anggora milik William McKinley, Presiden ke-25 Amerika Serikat.
  • Slippers dan Tom Quartz : merupakan kucing kesayangan Theodore Roosevelt, Presiden ke-26 Amerika Serikat.
  • Puffins : kucing kesayangan Woodrow Wilson, Presiden ke-28 Amerika Serikat.
  • SmokeyBlackieTimmy, dan Tiger : merupakan kucing kesayangan Calvin Coolidge, Presiden ke-30 Amerika Serikat. Khusus untuk Tiger, kucing ini diketahui sering bertengger di pundak sang Presiden saat diajak jalan-jalan berkeliling Gedung Putih.
  • Tom Kitten : merupakan kucing kesayangan John F. Kennedy, Presiden ke-35 Amerika Serikat.
  • Shan : merupakan kucing kesayangan Gerald Ford, Presiden ke-38 Amerika Serikat.
  • Misty Malarky Ying Yang : merupakan kucing kesayangan Jimmy Carter, Presiden ke-39 Amerika Serikat.
  • Cleo dan Sara : merupakan dua dari beberapa ekor kucing kesayangan Ronald Reagan, Presiden ke-40 Amerika Serikat.
  • Socks dan Buddy : merupakan kucing kesayangan Bill Clinton, Presiden ke-42 Amerika Serikat.
  • Cowboy : merupakan kucing kesayangan George W. Bush, Presiden ke-43 Amerika Serikat. Diketahui Bush juga memiliki dua ekor kucing lainnya yaitu Ernie, dan India "Willie" Bush.

Sumber: http://lovemeow.com

Kucing Menggonggong ??


Di dalam video Youtube terlihat seekor kucing  berwarna gelap yang tengah nangkring di jendela "menggonggongi" sesuatu di luar jendela. Fenomena kucing menggonggong bukanlah fenomena bualan yang semakin banyak tersebar di era internet saat ini. Kucing yang menggonggong itu benar-benar ada dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan berikut ini adalah penjelasan dari Nicholas Dodman, seorang ahli perilaku hewan.
Susunan laring, trakea, dan diafragma kucing hampir menyerupai yang dimiliki oleh anjing. Sehingga dalam keadaan tertentu kucing dapat mengeluarkan suara yang menyerupai gonggongan anjing. Suara gonggongan tersebut terjadi akibat adanya aliran udara yang bergerak tiba-tiba di saluran udara si kucing. Namun satu kalimat yang paling unik yang diucapkan oleh Profesor yang mengajar di Cummings School of Veterinary Medicine di Tufts University ini adalah kemungkinan jika kucing mengeluarkan gonggongan karena meniru suara anjing yang sering didengarnya. Secerdas itukah kucing ?
"Kucing yang terlalu gembira bisa menghasilkan suara itu. Mirip dengan meong yang dipaksakan," Ungkap Dodman kepada Life's Little Mysteries seperti dikutip dari kompas.com  "Bisa saja menirukan suara yang sering didengarnya (anjing)."
Sumber: http://kucinggue.blogspot.com

Saturday, December 29, 2012

Why Cats Groom Themselves So Often ?

By Franny Syufy, About.com Guide


Cats' Saliva
However, cats' licking, biting, or scratching humans can transmit "cat scratch fever,"(Bartonella Henslae) which is a relatively mild infection, but can be more serious in immunocompromised individuals. As such, Bartonella Henslae is considered a Zoonotic Disease.

More Reasons Why Cats Wash Themselves and Others
Cats' sense of smell is fourteen times more powerful than that of humans. Most predators, including cats, track prey through scent. By the same token, cats may mark their territory by leaving scent trails, e.g., spraying with urine or marking with facial pheromones; or try to hide. A mother cat in the wild will try to hide her young kittens by removing evidence of their feeding, i.e. wash herself and them thoroughly after nursing. For the same reason, cats will bury uneaten dead prey in the wild. You may observe that same instinctual behavior when you see a cat scratching at the floor around the food dish after eating.
One of the greatest experts I've ever known of on cats was Paul Gallico (1897-1976). Although Paul's writing career started as a sportscaster, he is probably better remembered as the author of The Poseidon Adventure, which became a blockbuster movie in 1972. Paul had 27 cats of his own, and his intensive study and understanding of their behavior was apparent in his book, "The Abandoned," also known as "Jenny," or "Jenny and Peter." Peter was a young English lad who was struck by a car while running across the street to see a little white cat (Jenny). In his subsequent coma, he dreams that he has turned into a cat and Jenny is teaching him how to do the job properly. "When in Doubt, Wash" describes the daily lessons in grooming, and includes the unforgettable lesson on "Leg O' Mutton." Anyone who has ever observed a cat meticulously washing her hind leg will immediately visualize that position.
When cats groom, their barb-like tongues stimulate the sebacious glands at the base of their hairs, and spread the resultant sebum throughout the hairs. Amy Shojai, former Contributing Writer on Cat Behavior, explains in Cat Grooming that their self grooming also helps rid the coat of dirt and parasites such as fleas. Further, since cats do not have sweat glands, their saliva somewhat helps them cool down on hot days.

When Cat Grooming Becomes Obsessive
Grooming to excess is often an obsessive-compulsive behavior, when it leads to bald patches and skin sores. In such cases the hair loss is called "psychogenic alopecia."
Cats' Ultimate Way of Showing Affection
  • Vomiting Undigested Food
  • Constipation
  • Diarrhea
  • Lethargy
  • Lack of Appetite

When I read the popular Book, "A Street Cat Named Bob," by James Bowen, I was taken aback by a comment he made that "cats' saliva also contains an antiseptic." As that was a new concept to me, I decided to do some research on cats' saliva, and one thing led to another, because cats' propensity for cleanliness is almost legendary.
While most dogs require frequent bathing, most cats (except purebred show cats) rarely do. They do an excellent job of keeping themselves clean, an enjoyable task taught to them practically from birth by their mothers. Actually, the queen's first job after giving birth is to remove the amniotic sac, then lick the kitten with her rough tongue to help stimulate its breathing. Later, when the kitten begins nursing, she will give the kitten's anus a "tongue massage" to help stimulate a bowel movement.
Is Cat Saliva Really Antiseptic?
The question really should be "is saliva antiseptic?" Actually, recent studies in The Netherland shave found certain histatins (proteins) in human saliva have healing qualities. There is so much speculation about dog saliva that it is dizzying. However, I like Dr. Marty Becker's take on canine saliva - that it is not antibacterial, but dogs' licking their wounds is healing for another reason. As quoted by ABC 20/20, he says "And they'll be licking that wound and you'll notice that the wound heals very fast … what that tongue does is it gets rid of the dead tissue."
It would make sense that cats' licking of their own wounds would operate much the same way as dogs. On the other hand, one article by Jennifer Viegas for The Daily Cat considers the possibility that certain enzymes in cats' saliva turns it into a "natural antibiotic."
When Cat Saliva Turns to Drooling
Drooling can sometimes be a sign of intense happiness in a cat. However, the odor of bad breath when a cat drools is a warning sign of dental disease, most likely peridontal disease. My son is a patient in a V.A. Hospital in Sacramento. When I drove him there on Thanksgiving Day, the first sight to greet us was a gorgeous rusty black cat sitting in the sun in front of one of the buildings. Midnight was one of four or more semi-feral cats who live on the grounds. They have a symbiotic relationship with many of the patients there. The cats provide therapy, and the patients provide food and love.
Several days after we arrived, a series of major storms, dubbed the "Pineapple Express" because they originated in Hawaii, hit our area. Lance was shocked to see that Midnight was sleeping in a cardboard box with only a plastic bag underneath. I ordered a Petmate Kitty Kat Condo "igloo" and a self-warming mat to be delivered, and Midnight is now sheltered and warm.
She and Lance have become friends, and she allows him to pet her and groom her. The first thing Lance noticed is that her breath smells very bad - a sure sign something is going on in her mouth, most likely Gingivitis and/or Stomatitis. We're currently working on getting Midnight some veterinary dental care, as well as testing for FIV and FeLV. She appears to be at least ten years old, and is too precious to Lance and the other veterans to lose now.
As discussed earlier, cats wash their injuries to cleanse the wounds, and possibly to prevent infection. Mother cats also clean their newborn kittens to remove the amniotic sac to stimulate breathing, and later, to stimulate a bowel movement.
To Hide Scent From Predators
When in Doubt, Wash
I've observed that cats use self-washing as a sort of therapy to cover a multitude of emotions, including embarrassment. In case you doubt that cats can feel embarrassed, try laughing at a cat someday when he misjudges a leap, or crashes into furniture. Usually an embarrassed cat will at first stalk away from the laughter in anger, then find a private place where he will thoroughly wash away that shameful memory. Chances are that if you find him, sit next to him and apologize, he will turn his washing to you. Amy Shojai, quoted below, describes this therapeutic grooming as a "displacement behavior" which helps cats deal with conflict. She writes, "Perhaps the touch-sensation has a direct effect on the brain chemistry or neurologic impulses that make the distressed cat feel better. In other words, self-grooming may be self-medicating with a feline form of Prozac."
To Groom and Lubricate the Coat and Skin
Cats' overgrooming is often caused by stress, and may be likened to humans' habit of biting their nails to the quick. Amy Shojai wrote a fine article on How to Stop Cat Over-Grooming, which explains the causes and situations in which cats might start overgrooming. She points out a fact we're all familiar with: that cats intensely dislike change of any kind. A new baby, a death in the family, even the rearranging of furniture, could be the trigger for this obsessive grooming. Physical causes might include flea bites or ringworm, so it is necessary to rule those out before diagnosing psychogenic alopecia.
A Less Harmful Obsessive Overgrooming
Cats who were taken away from their mothers at a very early age were not allowed the normal weaning period, and will often self-groom by licking or sucking. My senior cat, Jaspurr, who was taken from his mother when he was only six 1/2 weeks old, has never outgrown nursing his own left front foot. Although he and his brother, Joey, were eating canned food at that point, they had not been completely weaned. Today, Whenever I sit on the living room sofa, Jaspurr will lie next to me and suckle his foot, while kneeding my thigh with his sharp claws, all the while purring like a contented kitten. I worried the first year that he would get skin sores, but that has never happened, and he does give himself a decent "toweling" with his rough tongue when he finishes. It is comforting to Jaspurr and I enjoy our companionship at day's end, so I wouldn't attempt to stop his little habit after all these years.
In section 1, We briefly covered the way mother cats wash and groom their kittens, until the kittens learn to groom themselves. However, even male cats engage in the grooming of other cats, usually younger ones, but not always.
Over the years, I've observed many of my cats engaged in patient, loving grooming of their housemates. Our white cat, Arthur, who was spayed and never had kittens of her own, used to "adopt" new kittens in the family. She would lovingly groom them and "mother" them until they reached that certain age, then would turn on them like the proverbial wicked stepmother.
Bubba "adopted" Jaspurr when he was but a kitten - groomed him, slept with him, and let Jaspurr follow him around. As Jaspurr and Bubba grew older, Bubba gradually abdicated his alpha cat status in favor of Jaspurr. By the time Bubba passed on in December of 2005, Jaspurr was the acknowledged alpha cat, and, as depicted in the accompanying photo, he had already "adopted" little Billy, and also inherited the legacy of grooming him, not only physically, but possibly to eventually yield his role of leadership of our pride to him.
Cats Grooming of Humans
Rare is the human cat parent who hasn't been groomed by a cat. I've had that (sometimes dubious) pleasure many times over the years. My Jennifur, aka Jenny, a dilute calico DSH, loves to groom me, both while sitting on my lap while I'm at my computer, and while lying next to me in the bed we share at night. Jenny will meticulously wash my hand with her rough tongue, then sometimes climb to the top of the pillow and start grooming my hair. Sometimes she will grasp a strand of it in her teeth and yank at it, and if I try to resist, she will grab the sides of my head with her needle-sharp claws until I yelp with pain.
Or while on my lap in our office, she will give me a hand massage with her tongue. Quite often this is a trade-off, because she will then push her head under my palm, expecting a pet or two. I always accommodate her. However, if I'm slow in complying, she will sneak in a little knuckle nip with her teeth, purring all the while. Clearly, I need to assert parental control at these times. I should start by trimming her claws, because I know her intent is not to hurt. By treating me this way, she is reversing the mother-child relationship during these grooming periods.
A Little Help From Their Friends
All this grooming not only accomplishes cleaning of the fur with saliva, but a side effect is removing the loose hairs. Unfortunately, these hairs often are swallowed, which produces the inevitable hairball. Hairballs are often regurgitated quickly, or sometimes immediately after eating. You'll readily recognize hairballs, as they are cigar-shaped, packed with fur, sometimes glued together with partially digested food. Unfortunately, if the hairballs do not come up, they flow down through the digestive tract, where they can cause an impaction, a veterinary emergency. Although hairballs might be prevented by using some hairball formula cat foods, high-fiber supplements, or giving cats anti-hairball products such as Laxatone, once they meet the impaction stage, a trip to a veterinary emergency clinic is indicated. Symptoms of impaction:
The Best Hairball Prevention is Brushing or Combing
Regular brushing or combing to rid your cat of loose hairs is by for the best way of preventing those nasty hairballs. A distinct side advantage is the bonding time together, as most cats enjoy being brushed, once they are accustomed to it. I'd suggest a minimum of three or four brushing engagements a week for short-haired cats, and daily or even twice-daily for longhair cats or short hair cats with dense undercoats. Although there are a number of brushes and combs on the market, my all-time favorite is the Furminator Deshedding Tool. It comes in differents sizes and configurations, and I have three of them, disbursed throughout the house so there is always one ready at hand.
The complete story about cats' frequent grooming is yet to be written. Some aspects, such as scientific studies of cat saliva, are still being done. I'm sure more studies are being done on the topic of hairballs, their prevention and potential treatments to prevent intestinal blockage. We cat owners can learn a lot more by observation of cats while they are grooming themselves and other cats or their humans. You are your cats' first line of defense for physical problems, and I urge you to observe and make note of any unusual behavior in your own cats. It will help them, and it will also help your veterinarian when they need medical treatment.


Sunday, December 23, 2012

Ten Tips for a Poison-Safe Household


by Jill A. Richardson, DVM (Veterinary Poison Information Specialist, ASPCA/National Animal Poison Control Center). http://www.cfainc.org/client/tentips.aspx


  1. Be aware of the plants you have in your house and in your yard, if your cat is permitted outside (CFA advocates cats being kept indoors at all times). The ingestion of azalea, oleander, easter lily, or yew plant material by a cat could be fatal.   
  2. When cleaning your house, never allow your cat access to the area where cleaning agents are used or stored. Cleaning agents have a variety of properties; from those that could just irritate the gastrointestinal tract to those that have a corrosive action and can chemically burn the sensitive mucous membranes of the mouth, esophagus, and stomach.   
  3. When using rat or mouse baits, ant or roach traps, or snail and slug baits, place the products in areas that are inaccessible to your cats. Most baits contain sweet smelling inert ingredients, which can be very attractive to your cat.   
  4. Never give your cat any medications unless under the directions of veterinarian. Many medications that are used safely in humans can be deadly when used inappropriately. One extra strength acetominophen tablet (500mg) can kill a 7 pound cat.  
  5. Keep all prescription and over the counter drugs out of reach of your cats. Pain killers, cold medicines, anti-cancer drugs, antidepressants, and diet pills are common examples of human medication that could be potentially lethal even in small dosages. Only one half of a 200mg naproxen tablet could cause stomach ulcers in cats.   
  6. Never leave chocolates unattended. Approximately one half ounce of baking chocolate per pound body weight or less can cause clinical signs of toxicity.   
  7. Many common household items have been shown to be lethal in certain species, including felines. Miscellaneous items that are highly toxic even in low quantities include pennies (high concentration of zinc), mothballs (contain naphthalene or paradichlorobenzene - one or two balls can be life threatening in most species), potpourri oils, fabric softener sheets, automatic dish detergents (contain cationic detergents which could cause corrosive lesions), batteries (contain acids or alkali which can also cause corrosive lesions), homemade play dough (contains high quantity of salt), winter heat source agents like hand or foot warmers (contain high levels of iron), cigarettes, coffee grounds, and alcoholic drinks.   
  8. All automotive products such as oil, gasoline, and antifreeze should be stored in areas away from cat access. As little as one teaspoon of antifreeze (ethylene glycol) can be deadly in a 7lb cat.   
  9. Before buying or using flea products on your cat or in your household, contact your veterinarian to discuss what types of flea products she/he would recommend for your pet. Read ALL information before using a product on your cat or in your home. Always follow label instructions. When a product is labeled "for use in dogs only" this means that the product should NEVER be applied to cats. When using a fogger or a house spray, make sure to remove all cats from the area for the time period specified on the container.   
  10. When treating your lawn or garden with fertilizers, herbicides, or insecticides, always keep your cats away from the area until the area dries completely. Discuss usage of products with the manufacturer of the products to be used. Always store such products in an area that will ensure no cat exposure.

CFA's Top 25 Cats in Championship - 2012

THE RENO CAT SHOW 6 Rings, 3 Days, 1 Costume Contest.

Saturday, December 22, 2012

Ngantuk.... Lykasal new born

Penyakit Kulit Pada Kucing


Parasit pada hewan sebenarnya terbagi dua golongan yaitu ektoparasit dan endoparasit. Golongan parasit yang hidup di dalam tubuh seperti cacing, disebut endoparasit, Sedangkan yang hidup di tubuh bagian luar seperti di kulit dan bulu disebut ektoparasit. Berikut ini beberapa macam ektoparasit pada kucing :

Pinjal (Flea)
Pinjal inilah yang sering terdapat pada kucing dan paling sering disebut kutu kucing.  Pinjal berukuran kecil 1-2 mm, berwarna coklat tua atau hitam, tubuh pipih, suka meloncat-loncat, sering terlihat di sela rambut kucing dan yang pasti gigitannya minta ampun gatalnya. Pinjal Kucing, dilihat dengan mikroskop pembesaran 6 X. Cara membasmi kutu dilakukan dengan cara:

  1. Suntikan Ivermectin. Banyak orang salah kaprah menyebut suntikan ivermectin adalah suntikan anti jamur. Sebenarnya ivermectin tidak dapat membasmi jamur. Ivermectin dapat dipergunakan untuk membasmi cacing dan ektoparasit seperti kutu (pinjal, caplak dan tungau). Sepertihalnya obat lain, ivermectin hanya membunuh cacing/kutu dewasa, tidak membunuh telurnya. Oleh karena itu diperlukan setidaknya 3 kali suntikan ivermectin dengan jarak 3-4 minggu. Injeksi ivermectin harus dilakukan dengan hati-hati pada kucing umur kurang dari 4 bulan *. Suntikan ivermectin tidak dianjurkan pada anak kucing berumur kurang dari 2 bulan, karena dapat menyebabkan keracunan dan mengganggu perkembangan ginjal. Pemberian obat-obatan apapun (termasuk ivermectin) untuk jangka panjang, sangat tidak dianjurkan. Oleh karena itu, idealnya ivermectin diberikan bila ditemukan kutu atau telur kutu atau bila disarankan dokter hewan anda.
  2. Obat Tetes & Spray. Ada banyak obat tetes & spray anti kutu yang di jual di petshop-petshop, seperti Accurate, Revolution dan Frontline. Perhatikan aturan pakai setiap obat, biasanya obat-obatan tersebut tidak dianjurkan digunakan pada kucing dibawah umur 2 bulan. Obat tetes biasanya diteteskan di kulit pangkal kepala di bagian belakang, dimana kucing tidak bisa menjilat bagian tersebut. Obat tetes Frontline cukup efektif membasmi kutu/pinjal selama 1 bulan. Agar tuntas sebaiknya diulang 1 bulan kemudian. Untuk pencegahan, pemberian obat tetes dapat dilakukan 2-3 kali setahun.
  3. Shampoo anti kutu. Shampoo anti kutu cocok digunakan pada anak kucing berumur kurang dari dua bulan yang belum dapat diobati anti kutu lainnya. Beberapa pemilik kucing dewasa juga lebih menyukai cara ini karena selain dapat membasmi kutu/pinjal, juga membuat kucing lebih bersih. Pada saat memandikan, sebaiknya shampoo digunakan dua kali. Basahi rambut kucing secara merata, tambahkan shampoo secara merata, bersihkan dan bilas dengan air (air hangat). Kemudian setelah bersih tambahkan kembali shampoo, ratakan, biarkan+ 5-10 menit baru kemudian dibersihkan. Setelah bersih keringkan dengan handuk dan hairdryer. Agar tuntas sebaiknya mandi shampoo anti kutu diulang dua minggu kemudian. Setelah itu, untuk tujuan pencegahan, pemberian shampoo dapat dilakukan 1 bulan sekali. Pada kasus parah disertai komplikasi, diperlukan kombinasi beberapa cara sekaligus. Dan yang tidak kalah penting adalah membersihkan kandang, lantai dan tempat tidur kucing. Karena telur kutu bisa saja terdapat di sela-sela kandang, retakan lantai atau alas tidur kucing.



Tungau (Mite & Lice)
Tungau yang sering menyerang kucing ada beberapa macam dengan gejala yang mirip. Beberapa tungau yang menginfeksi telinga disebut ear mite, ada yang menyebabkan kulit terkelupas seperti ketombe, dan ada juga yang hidup di bawah kulit seperti demodex dan scabies. Tungau berwarna putih atau krem, karena ukurannya yang kecil agak sulit dilihat dengan mata biasa. Tungau (mite) dilihat dengan mikroskop . Ear mite/tungau telinga adalah sejenis kutu yang sering menyerang telinga kucing. Spesies tungau yang sering menyerang telinga kucing adalah Otodectes cynotis. Tungau  ini biasanya hidup dipermukaan saluran telinga tetapi bisa juga ditemukan di bagian tubuh yang lain. Meskipun jarang, tungau ini dapat menyerang manusia dan menyebabkan rasa gatal.  Tungau telinga yang menyerang telinga kucing dalam jangka waktu lama (kronis), dapat menyebabkan gangguan telinga yang serius. Ear mite bergerak dan hidup di dalam saluran telinga. Tungau ini  hidup dengan memakan jaringan yang mati dan cairan seperti lilin yang dikeluarkan oleh telinga. Tungau ini dapat menyebabkan iritasi dan berlanjut menjadi infeksi.


Iritasi dan infeksi yang berlangsung terus menerus dan berulang-ulang dapat menyebabkan kuit di saluran teinga menebal. Akibatnya saluran teinga menyempit sehingga fungsi pendengaran sedikit terganggu. Biasanya tungau telinga tidak menyebabkan rusaknya gendang  telinga. Tetapi adanya infeksi sekunder yang disebabkan bakteri atau jamur dapat menyebabkan kerusakan selaput gendang telinga. Bila ini terjadi, infeksi telinga bagian tengah yang parah dapat juga terjadi. Akibatnya hewan kehilangan keseimbangan,disorientasi dan gangguan syaraf lainnya. Tanda-tanda kucing terserang ear mite: 
  • Menggoyang-goyangkan /menggeleng-gelengkan kepala. 
  • Mencakar/menggaruk telinga sehingga terihat adanya luka atau kemerahan di sekitar telinga.
  • Kotoran telinga berwarna coklat tua kehitaman, kering menyerupai serbuk kopi. Kadang-kadang terihat kerak-kerak kering di sekitar telinga  bagian dalam.
  • Ditemukan adanya ear mite.

Ear mite berpindah dari inang satu ke inang lain melalui kontak fisik. Ear mite berasal dari hewan/kucing lain yang hidup bersama kucing anda. Karena ear mite mudah sekali menulai melalui kontak fisik, maka pengobatan ear mite harus dilakukan menyeluruh terhadap semua kucing yang hidup bersama di rumah anda. Ear mite sangat menular di antara anjing dan kucing. Ada beberapa spesies ear mite yang lebih suka menyerang anjing tetapi ada juga yang bisa menyerang keduanya. Anak kucing dapat tertular ear mite dari induknya. Ear mite juga dapat menyerang kelinci, hamster, marmut, gerbil, musang, mencit, tikus, dll. Meskipun kadang dapat  menyebabkan sedikit rasa gatal pada kulit manusia, ear mite tidak menular & menyebabkan penyakit  kepada manusia. Ear mite dalam telinga sangat mengganggu, terasa gatal dan mengiritasi telinga. Lebih  lanjut dapat terjadi  infeksi. Infeksi telinga yang tidak segera ditangani dapat berlanjut menjadi berbagai penyakit serius, bahkan hilangnya kemampuan pendengaran. Ear mite juga kadang dapat hidup di bagian tubuh lain selain telinga dan menyebabkan penyakit kulit.

Saat ini berbagai obat suntik dan obat tetes telinga untuk membasmi ear mite telah banyak tersedia. Obat suntik (hanya di Dokter hewan) biasanya merupakan golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll). Supaya siklus hidup tungau dapat dihentikan, pemberian obat-obatan suntik ini harus diulang dua minggu kemudian. Berbagai merk  obat tetes telinga pembasmi ear mite dapat dibeli di petshop-petshop. Obat tetes ini harus terus menerus diberikan selama 2-4 minggu hingga semua ear mite terbasmi. Kekurangan obat tetes telinga adalah bila ear mite menyebar ke bagian tubuh lain, diperlukan obat lain untuk daerah tersebut. Beberapa obat anti ektoparasit yang ditetes di punggung/pangkal leher juga dapat digunakan untuk membasmi ear mite. Contoh obat-obatan jenis ini adalah revolution (mengandung selamectin) frontline (mengandung fipronil). Tetap perlu diperhatikan waktu pemberian ulang obat-obatan tersebut tersebut agar siklus hidup ear mite dapat dihentikan. Semua kucing atau hewan lain  (seperti kelinci, marmut, hamster, musang) yang hidup bersama atau kontak fisik dengan kucing juga harus diobati. Supaya tidak terjadi infeksi ulang dari hewan lain dan ear mite dapat benar-benar tuntas terbasmi. 


Caplak (Tick)
Kutu jenis ini sering sekali terlihat di anjing, dan jarang terlihat pada kucing. Ukuran caplak relatif besar, sekitar 0.3 - 1 cm. berbentuk gepeng dengan proporsi badan lebih besar daripada kepala, berwarna coklat tua atau hitam. Bila telah kenyang menyedot darah, badan caplak akan bengkak dan membulat.


Referensi 
* Lewis DT, Merchant SR, Neer TM. Ivermectin toxicosis in a kitten. J Am Vet Med Assoc. 1994 Aug 15;205(4):584-6.
 * Drh. Neno WS


Seputar Ivomec (Ivermectin)

Dari Drh. Neno WS

Ivomec (Ivermectin) bukanlah obat anti jamur dan tidak boleh diberikan pada hewan muda berumur kurang dari 2 bulan dan harus sangat hati-hati diberikan pada kucing berumur kurang dari 4 bulan karena sifat obat yang dapat merusak hati dan ginjal. Salah kaprah seperti ini masih sering terjadi.  Ivomec (ivermectin) adalah obat yang termasuk golongan macrolide avermectin. Obat ini digunakan untuk memberantas parasit, baik itu ektoparasit (kutu, pinjal, caplak, tungau, dll) atau endoparasit (cacing).

Ivermectin bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan Gamma Amino Butiric Acid (GABA) di sistem syaraf serangga dan otot polos cacing. GABA berfungsi memblokir impuls syaraf, akibatnya terjadi kegagalan sistem syaraf pada parasit (parasit seperti cacing dan kutu menjadi lumpuh). Ivermectin mempunyai waktu paruh yang lama, artinya obat ini termasuk lama berada di dalam tubuh. Sepertihalnya obat-obatan dan racun lain, semua bahan kimia tersebut dipecah di hati dan dibuang melalui ginjal atau feces. Karena ivermectin dipecah di hati dan dibuang melalui ginjal, sebaiknya tidak diberikan pada hewan sebelum berumur 8 minggu. Organ hati dan ginjal hewan muda belum sepenuhnya berkembang. Pemberian obat-obatan yang berlebihan ditakutkan akan mempengaruhi perkembangan organ tersebut.


Jamur (kapang, mold)
Jamur adalah organisme multisel yang banyak tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi. Karena tidak mempunyai sistem syaraf seperti hewan dan strukturnya selnya, organisme ini lebih menyerupai tumbuhan. Jadi salah besar bila ivermectin dianggap sebagai anti jamur, karena jamur tidak mempunyai sistem syaraf yang merupakan target kerja ivermectin.


Pada beberapa kasus, penyakit kulit pada hewan bisa disebabkan oleh beberapa macam penyebab sekaligus, seperti : alergi, luka, bakteri, ektoparasit dan jamur. Jamur adalah penyakit yang paling lama perkembangannya dibandingkan penyebab yang lain dan biasanya berkembang pada bagian yang telah lemah akibat lebih dahulu terinfeksi oleh penyebab yang lainnya. Pada kasus ini bisa saja jamur hilang setelah daya tahan tubuh kembali meningkat karena penyebab lain yang lebih ganas seperti ektoparasit telah musnah oleh ivermectin. Tetapi tetap saja ivermectin bukanlah anti jamur.


Serangan Tungau/kutu mempunyai gejala yang mirip dengan infeksi jamur, yaitu terlihat adanya kemerahan, kulit berkerak dan kering menyerupai ketombe dan kerontokan bulu. Jadi jika setelah diberi suntikan ivermectin  (yang sering salah kaprah disebut sebagai suntik jamur) kucing anda sembuh, berarti kucing anda terserang tungau/kutu. kalau tidak sembuh juga berarti kucing anda benar-benar kena jamur.

YumeNekoSmile:RoboCat = robot kucing imoet masadepan

Sunday, December 9, 2012

Littermaid One-Step Litterbox

Cat Litter box of the future

Litter Genie Cat Litter Disposal System




Litter disposal systems are a preferable alternative to using free plastic or paper grocery bags for collecting and disposing of cat litter box waste. More important, the easier cleaning of litter box waste can go a long way in helping prevent cystitis, a serious urinary tract condition. Cystitis is also one of the top causes for litter box avoidance in cats, as they relate the pain of urinating with the litter box.

Cystitis Definition:

Cystitis in cats (aka interstitial cystitis) is a lower urinary tract condition related to FLUTD, which can stem from several different causes:
  • Infection 
    Infection can be primary, or a result of stones or crystals.
  • Crystals in the Urethra or Bladder
    If the urethra (the tube between the bladder and the opening to the outside) is blocked with crystals, urine will back up in the bladder, which is considered a veterinary emergency. If the bladder forms stones next to the ureters (the tube that leads from the kidneys to the bladder), the kidneys will not be able to process the toxins efficiently, the toxins will go into the blood stream, and a cat can die quite quickly. Several years ago, we almost lost our cat, Bubba who was an indoor-outdoor cat. Since he left his excrement outside, we did not observe the symptoms of cystitis, until he became quite lethargic. When we saw the nictitating membrane (aka nictating membrane), we recognized the emergency and took him to our veterinarian immediately, where he remained for over a week.
  • Stress
    Although stress may not be a cause, it can certainly exacerbate the cystitis. *Currently, studies are being done to determine if cycsitis in cats is the same disease as interstitial cystitis in humans. Anyone who has ever suffered from this bladder condition will recognize that stress and cystitis can create a full circle, making it difficult to treat.
Cystitis and corresponding FLUTD may be prevented by a change of diet. Either raw or canned food is preferable. If a dry food is recommended by your veterinarian, be sure the cat has a source of fresh, clean water available at all times - preferably with an automatic water fountain.

How to Prevent Litter Box Problems

Under normal conditions, your cat will like to use her litter box. Changes in your cat's litter box behavior can almost always be traced to a medical condition, stress, or something she dislikes about her litter box environment. If your cat suddenly stops using the litter box, don't fall for the fallacy that she is just being stubborn, or that she is "missing the box" out of spite. Fortunately, a little know-how and preventive maintenance can greatly reduce the chance of litter box problems.
But First:
  • Never punish or yell at your cat for not using her litter box; that only makes things worse. Likewise, picking up a cat and throwing it in the litter box will only cause more box avoidance.
  • Any acute or prolonged signs of litter box difficulties, such as urinating more frequently, avoiding the litter box, or straining, could indicate an urgent medical condition; call your vet right away.
The Perfect Litter Box Environment
  • Provide Enough Litter Boxes. The ideal recommended number is one box per cat, and one extra. Since many cats don't like to pee and poop in the same box, I'd recommend having at least two litter boxes for one cat. At times, I've actually had six boxes for three cats.
  • Location. Put the litter box in a pleasant location: easy to access, away from noisy or high-traffic areas, out of the dog's and baby's reach. Some cats, especially older or handicapped cats, prefer a litter box on each floor of the house. Beware of putting the litter box directly on soft carpet; for some cats, the adjacent carpet feels like litter. Use a minimum of one litter box per cat.
  • Litter. Every cat has a favorite litter - work with your cat to find out her preference. When in doubt, start with an unscented clumping litter. Although the jury's still out on this, if you have a kitten, you may want to avoid clumping litters that contain sodium bentonite. Keep kitty's box filled with about two inches of litter, unless directed otherwise by the package. When changing litters, do it gradually over several days, or fill a second box with the new litter.
  • Type of box. Some cats don't care for covered litter boxes. If you use a covered box, remember to scoop and clean often, as odors can be trapped inside. Some cat owners like automatic-cleaning litter boxes, others don't. As with litter, your cat will help guide you in your selection.
  • Clean! Scoop clumping litter at least once a day, other litters as directed. Wash the litter box and replace the litter weekly. Use a mild soap and rinse well. An occasional 1-part-in-10 bleach solution is fine if you rinse thoroughly. Stay away from ammonia and citrus-scented or strong-smelling cleaners.
  • Routine. Once you and kitty find a system that you're both comfortable with, "stay the course."

Litter Genie Cat Litter Disposal System

Pros:
  1. Litter GenieTM has a smaller footprint than the Petmate Litter Locker Plus, which I previously reviewed reviewed.
  2. The price is right; compared again with the Litter Locker, the initial unit is priced at $15 - approximately one quarter of the going price for the Litter Locker.
  3. Built-in carrying handles front and back, enable the user to carry the Litter Locker from room to room, as needed.
  4. I could detect absolutely no odor with the top lid closed, even if waste was in the top holder and not yet dumped below. The Litter Genie website refers to these odor-free properties as "five-layer refill bags with built-in odor barrier technology"
  5. The Litter Genie was relatively easy to assemble, taking me less than five minutes.
Cons
  1. As with many products today, the accessories (in the case of Litter Genie, the refill cartridge), quickly add up to many times the original cost of the entire unit.
  2. The "child-safe" built-in bag cutter doesn't work well. I ended up having to use scissors to cut the end of the bag all the way through.

Description

  • What's In The Box
    The Litter Genie Unit with a built-in scoop holder, a litter scoop, and the standard Litter Genie refill cartridge, containg 14 feet of the refill bag material.
  • Size and Weight:
    The unit measures 9.5 X 8.5 X 17 Inches Tall, and weighs 3.3. pounds (empty, I presume).
  • Comes in two colors: white or silver.
  • The Litter Genie website claims that one refill cartridge can last up to two months for one cat.
    The refill cartridge is said to be 30% longer than the standard cartridge that comes in the box with the Litter Genie.

Litter Genie Plus VS Litter Locker Plus

It is impossible to keep from comparing the Litter Genie with the earlier Petmate Litter Locker Plus. The beauty of the Litter Genie is that its developers observed the problems inherent with the mechanical workings of the Litter Locker bag-changing system, and created a much simpler way of exchanging the filled bag with a new, empty one.
The process is so simple, even a child can do it. One Amazon.com reviewer said her eight year old child was able to read the instructions and change the bag in five minutes, about the same time it took me. Go figure.
The Instructions Which Accompany the Litter Locker
  1. "Pull the refill's plastic tab and remove the outer rim."
  2. "Pull about one foot of the plastic film out of the refill. Then push down the film through the center of the rim and tie a knot at the bottom"
  3. "Open the lid and funnel and sit the refill on top of the unit. Pull the handle and push the film through the pail."
  4. Close the funnel -- it's designed to fit snugly into the refill -- and close the lid."
Worked for me, and the product does indeed keep the whole house free of obvious "cat odor."

In Contrast, the Litter Locker Plus

Frankly, my experiences with the original Litter Locker eventually became so frustrating that I ended up dumping it altogether. First, the replacement bag cartridges became overly expensive. Worse, the cost was exacerbated by the fact that turning the handle just wrapped the bag around and around the interior handle itself. The problem apparently had to do with the direction in which the replacement bag was originally threaded around the handle, but I was never able to figure it out, despite studying all the diagrams over and over.
After reading other reviews on Amazon complaining of the same problem, I finally found one review which suggested simply eliminating the handle entirely, thus allowing the bag to unfold straight down to the bottom of the tank. The problem with this approach was that if I forgot to tie off and cut the bag soon enough, it became too full and heavy, causing the bag to break open and spill. After about the third time this happened, I put all the parts back in and gave the Litter Locker to a friend who does cat rescue. I wish her luck with that product!

The Bottom Line

Would I encourage a friend to purchase the Litter Genie? Well, while writing this review, I purchased a second unit for my bedroom, which I share with Jenny.
I'll soon purchase another one for the large litter box which is shared by our three male cats. I consider my own purchase of three of the same product to be the highest recommendation I can give.
Source: By Franny Syufy, About.com Guide